Feb 27

TIRAI SEPI

(google image)

 

Lembayung senja menyilaukan mata

Sekawanan burung nuri mengepakkan sayap

Di langit biru kemerahan

Angin berhembus mengiringi sang udara bersahaja

 

Kutatap sudut dengan bingung

Tanda tanya besar di benakku

Tiada hal lain di sudut sana

Selain desiran debu yang mulai menumpuk

Dan dinding-dinding lapuk yang mulai bosan

 

Adakah orang di sudut itu?

Tiada tujuan dalam pikiranku

Benak dalam kalbu merintih asa

Putus harapan di tiap detik

Sepanjang jalan hembusan nafasku

 

Suara tetap kuusahakan meski parau

Dalam sayunya indra penglihatan

Pipi hangatku

Dilewati beberapa tetes butiran bening

 

 

Dimanakah aku?

Akan kemanakah aku? Bersama siapa?

Sepi… sendiri… sunyi…

Dada bergetar…

Nadi tak berharap tuk bekerja

Sayup-sayup kudengar rintihan jiwa

Tuk dapat menutup tirai sepi ini

 

Ingin kuhancurkan segera tirai itu

Asaku besar tuk jalani sebuah kehidupan

Tiada kata terlambat

Ujung dunia pun masih ingin menampung

Bunga semerbak kuyakin masih mekar untukku

Masih ada asa…

Masih ada harapan…

Tuk kututup tirai sepi ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published.