INGIN SENDIRI, BUKAN MENYENDIRI

Source: Google Images

 

Ada masa dimana kita butuh kesendirian.
Bukan menyendiri, tetapi ingin sendiri…
Sebaiknya bukan dengan alasan depresi, melainkan untuk introspeksi, serta lebih mendekatkan diri pada Sang Pemilik Hati. Meyakinkan panca indra, menyetujui akal dan raga. Menyeruak isi kalbu, megulang waktu. Membuka kenangan bercerita dalam pikir, hanya untuk kita sendiri, tanpa ada yang mengusik. Membiarkan lelah dan penat memanggil rasa santai. Menutup kecemasan hidup yang pekat berganti damai.

Bukan menyendiri, tetapi ingin sendiri…
Tanpa perlu ada yang mengomentari dan mengatur bagaimana jalan hidupmu. Tanpa ada yang ‘judge’ dengan satu sisi atau sudut pandang mereka. Tanpa peduli cibiran dan prasangka insan lain yang bahkan mereka “baru saja” mengenal dirimu.

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. [Q.S. Qaaf/50 :18]

Bukan menyendiri, tetapi ingin sendiri…
Tanpa butuh hiasan dan kamuflase dunia yang memaksamu menggunakannya hingga terikat padanya.

Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). [Q.S. An Nazi’at/79 : 37-39]

Maka..

Rehatlah sejenak, meyakinkan batin mencari ketenangan dan kehadiran Tuhan dalam sepi.

Karena “aku adalah milik Tuhanku”. Biarkan.. Libatkan Tuhan untuk Mengatur Waktu. Memanggilmu 5x sehari semalam sebagai wujud cinta kasih, mempersembahkan kisah. Kisah cinta yang paling indah, lebih indah dari kisah cinta makhluk manapun di dunia.

Seorang hamba akan menjadi paling dekat dengan Rabb-nya saat ia sedang sujud. Maka, perbanyaklah doa (di dalamnya). [HR Muslim no. 482, dari Abu Hurairah]

 

 

 

Leave us a Message