Apr 08

KARENA AKU MILIKMU

 

Sarat makna

Raga berlabuh di sandaran

Penat senja menghampiri

Dari ubun-ubun hingga ujung kaki

Meski berpeluh..

Kutepis keluh mengganti syukur

Karena Kau sejukkanku

Dengan sang udara bersahaja

Yang tak mengganggu desir debu

Menyentuh lembut pipi hangatku

Ku bahagia..

Karena aku milikMu

 

Sepi.. Sunyi..

Semerbak harum bunga bermekaran

Sembari kudengar enam jenis kalimat syahdu Continue reading

Apr 08

ENGKAU DAN UJIAN NASIONAL

Ketika  hidup sarat makna

Jalani hari dalam masa

Setumpuk buku menatap iba

‘Bacalah aku’, pintanya

Continue reading

Mar 27

BOOK REVIEW: “TITIAN NABI”

Original Title   : Titian Nabi

Author             : Muhammad Masykur A. R. Said

Publisher         : DIVA Press

Thickness        : 418 pages

Published Year: June 2008

Genre              : romance fiction

 

 

Titian Nabi is a novel by Muhammad Masykur  A. R. Said. This novel does not only talk about love but also about friendship and the teaching of Islam as the way of our lives. The author has a very clear intent in conveying the true meaning of love, even though it is not clear enough at the beginning of the story. Through this book, he invites us to look at and realize the true love between the Almighty God and His servants, and there is no comparison with any kind of love in this world. Continue reading

Mar 27

HYPOCRITE

Kutatap dirimu perlahan

Begitu dalam

Kutelusuri dengan rasa penasaran

Dalamnya hatimu

Dan matamu yang bersinar

Apa…

Apa yang kau sembunyikan

Pelurukah yang akan kau luncurkan

 

Sungguh… Ini nyata…

Kau hantam ragaku dengan ulahmu

Kau siksa batinku dengan hati busukmu

Kau hancurkan anganku dengan janji palsumu

Kau menusuk dari belakang

Kau siksa sahabatku Continue reading

Mar 27

SELAMAT TINGGAL DUNIA

Satu langkah…

Sentuhan lembut angin menyapaku

Di antara desir debu beterbangan

Semerbak harum bunga bermekaran

Kicauan burung terdengar merdu

Mengiringi sang udara bersahaja

 

Derasnya air mengalir

Tampak di bawah sana

Nyanyian hutan bergelut kasih

Mempersembahkan kisah

Ku berdiri tegak di ujung lembah menggaung

Di atas dinding bukit terjal menggema Continue reading

Mar 12

JAVA PROGRAMMING – SALIN FILE

 

Hello Netizen!

Kali ini aku ingin berbagi code menggunakan salah satu programming language, yaitu Bahasa Java (bukan bahasa Jawa yak. itu beda lagi). Program ini adalah program sederhana untuk copy file apa saja (lagu, video, dokumen, dsb) di laptop/komputermu. Saking sederhananya, program ini masih text-based.  Pastikan kamu menginstall Java JDK terlebih dahulu yaa sebelum menjalankan programnya. Any question? Silahkan ccomment!

/*Program Copy Berkas Menggunakan Buffer dengan Keterangan Waktu
 * @Alvi Rizka Aldyza
  * Informatika Unsyiah
 */
import java.io.*;
import java.text.DecimalFormat;
import java.util.Scanner;
public class KopiBerkasBuffered
 {
    public void kopiBerkas (String fileAsli, String fileSasaran) throws IOException
    {
        // Pendeklarasian variabel
          BufferedInputStream in = null;
          BufferedOutputStream out = null;
          try
          {
              // Object stream
              in = new BufferedInputStream(new FileInputStream(fileAsli));
              out = new BufferedOutputStream(new FileOutputStream(fileSasaran));
            // Coba baca  dari stream
            int karakter = in.read();
            // Selama masih ada data yang bisa dibaca
            while ((karakter = in.read())!= -1)
            {
                // Kirim ke keluaran
                out.write(karakter);
            }
        }
        finally
        {
            // Tutup stream masukan
            if (in != null)
                in.close();
            // Tutup stream keluaran
            if (out != null)
                out.close();
        }
    }
    public static void main(String[] args) throws IOException
    {
         long mulai, selesai;
         int jam = 0, menit = 0;
        try
        {
          KopiBerkasBuffered copyFile = new KopiBerkasBuffered();
          Scanner input = new Scanner (System.in);
          String fileAsli, fileSasaran;
          System.out.println(“~~~~~~~~~WELCOME!~~~~~~~~~~~~~~~~”);
          System.out.println(”    “);
          System.out.print(“Nama file yang ingin dicopy: “);
          fileAsli = input.next();
          System.out.print(“Nama file baru: “);
          fileSasaran = input.next();
          mulai = System.currentTimeMillis();    //menghitung waktu proses copy dalam detik
          copyFile.kopiBerkas (fileAsli, fileSasaran);
          System.out.println(”  “);
          System.out.println(“File berhasil dicopy.. “);
          selesai = System.currentTimeMillis();
          double durasiWaktu = (double)(selesai – mulai) / 1000;
          DecimalFormat runtimeDF = new DecimalFormat(“##0.0”);
            while(durasiWaktu >= 60)
            {
                menit++;
                durasiWaktu-=60;
            }
            while(menit >= 60)
            {
                jam++;
                menit-=60;
            }
          System.out.println(“\nWaktu proses copy file adalah ” + jam +” jam ” + menit +” menit ” + runtimeDF.format(durasiWaktu) + ” detik”);
          System.out.println(“Terima kasih ^_^”);
        }
        catch (IOException kesalahan)
        {
            System.out.printf(“Oops.. Terjadi kesalahan: %s”, kesalahan);
        }
    }
}
Result:

Mar 12

KETIKA DIA KURINDUKAN

Hasil gambar untuk MISSING BESTFRIEND

 

Sungguh bahagia hati ini tatkala hadir sebuah kebahagiaan dengan berbagi keceriaan, tak mengenal usia, jenis kelamin, asal, ras, bahkan agama, asalkan hati mampu terpaut dalam sebuah makna. Suatu pertemuan yang tak pernah ada sesal dan perasaan sia-sia dan terkadang dijerat dengan kesalahpahaman dan pertengkaran. Namun, itu semua hanyalah masalah biasa yang harus dinonaktifkan. Sebab jalinan ini merupakan sebuah jalinan kompleks yang tidak mengenal masa aktif. Selama hayat masih dikandung badan, selama nafas masih berhembus dan selama masih ada cinta yang tak pernah pudar dalam jiwa dan lubuk hati masing-masing.

Itulah makna persahabatan…

Meski aku selalu mengiyakan pepatah setiap pertemuan pasti ada perpisahan, namun ada kalanya aku tak sanggup menerima hal itu. Terlalu berat! Walau tak masalah dalam segi fisik, namun dari segi psikis dan rohani sungguh menyakitkan menghadapi kata “perpisahan”. Mengalir deras air mata ini, tak bisa kukendalikan setiap air mata yang menetes, ketika aku harus berpisah dengan orang-orang yang sangat aku cintai.

Tidak terkecuali sahabat. Meskipun mereka bukan saudara, hanya memiliki hubungan dari nenek moyang kita (Adam dan Hawa), sahabat seperti keluarga yang selalu memberikan kesan tersendiri bagi hidupku. Sahabat bak peri yang mengulurkan tangannya dengan senyum penuh ikhlas disaat aku membutuhkannya. Sahabat bagaikan angin sejuk yang pernah berhembus dimana aku selalu merasakan kesegaran di setiap tarikan nafas dari celah paru-paruku. Sahabat laksana lukisan tiga dimensi yang memiliki gambar beda namun saling berkaitan dan memberikan warna-warni dalam hidupku. Bahkan, aku kehabisan kata-kata untuk mengartikan seorang sahabat yang sangat berarti bagiku.

Apa yang akan kau tanggapi, kalau aku bertanya, “apakah arti seorang sahabat bagimu?” Apa yang terpikir olehmu, jika aku bertanya, “apa yang sudah kau berikan, kau tunjukkan dan kau curahkan pada sahabatmu selama ini?” dan apa yang akan kau jawab, apabila aku bertanya, “sanggupkah kau berpisah dengan sahabatmu?” Apa??

Kuyakin, pasti kau akan berpikir dua kali bahkan lebih untuk mencerna pertanyaanku dan jawaban yang akan kau jawab, sebab kau tak mau kehilangan satu kata pun yang sangat berarti bagi ‘angin sejuk’mu itu. Berpikirlah!!

Bagiku, jarak tidak menjadi alasan untuk berpisah. Mengapa? Sebab, cinta tiada mengenal jarak. Jalinan persahabatan bagaikan diikat dengan  tali. Sejauh apa pun dunia akan membawamu, jika kau menjaga tali itu dengan baik agar tidak putus, maka jalinan persahabatan pun akan tetap tumbuh, merambat dan tetap kokoh kecuali jika sosok malaikat maut meminta salah satu diantara kita untuk mengikuti arahannya.

Jiwaku begitu merindukan wajah-wajah itu. Wajah-wajah sahabat lama yang berhasil membuka celah hatiku untuk menerima mereka, wajah-wajah kecil yang sangat khas membuatku kadang kala duduk melamun dan berkhayal saat-saat indah kita dan membuatku sejenak mengintip memori pahit-manis masa silam yang penuh suka dan duka.

Bukan berarti aku tak menghargai sahabatku saat ini, namun kita berada pada dimensi waktu yang berbeda. Berbeda pula kesan, pengalaman dan sejarah yang terukir. Entahlah! Aku tak tahu apakah mereka pun menganggapku sahabat atau apa… Yang terpenting adalah aku memberikan yang terbaik yang mampu kulakukan.

Begitulah rantai hidup yang mau tak mau, rela tak rela harus dijalani…

Saat suka dan duka, tangis dan tawa, tetesan peluh, darah dan air mata, pengorbanan tenaga, jiwa dan raga, berbagi rasa maupun asa dan melangkahkan kaki mencari makna hidup dan harapan yang sama meski cita-cita berbeda lalu berakhir dengan kepergian salah satunya ke pangkuan Allah Yang Maha Kuasa.

Hatiku masih diliputi kerinduan yang mendalam. Hingga aku menciptakan kata demi kata, aksara demi aksara dari jari dan keyboardku yang beradu demi menghasilkan sebuah karya yang tidak terlalu bernilai ini, tanpa izin terlebih dahulu dariku, setetes butiran bening melewati pipi hangatku dan musnah di ujung daguku.

At last…

Thanks a lot…

I love you my bestfriends…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mar 07

BERTAHAN BERSAMA TUHAN

“Life is a journey from Allah, with Allah and to Allah”

 

Ada saja alasan manusia untuk menunda bahkan menghindari kenikmatan sebuah tidur, sengaja mau pun tidak.  Biasanya mulai dari tumpukan masalah yang tak terselesaikan, kewajiban yang justru menjadi beban hingga seribu pikiran karena takut, galau dan gamang akan masa depan.

“Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An-Naba: 9).

Lalu, mengapa harus risau? Bukankah kita memiliki Tuhan? Bukankah Tuhan itu ada? Ya, Tuhanku. Tuhanmu, Tuhan kita.. Allah.. Allah dengan 99 nama indahnya yang bisa kau sebut berulang dalam lirihmu.

Maka Sabda Nabi Saw :  Tahukah kamu sekalian orang itu berdoa dengan apa? Dia menyebut nama Allah yang Agung dalam doanya. Yang apabila namaNya disebut, Allah pasti mengabulkan doanya, dan apabila mohon sesuatu dengannya pasti diberi (HR Imam Abu Dawud)

Bersyukurlah, kau memiliki Tuhan yang Selalu Mengawasimu, Mencintaimu dan Menyebut namamu dalam Kun – Nya, untuk kebaikan hidup dan matimu. Ketika kau yakin dan percaya akan Tuhan, maka kau akan selalu bersyukur dan kuat. Kau akan selalu ingat, bahwa sebesar apa pun masalah, beban atau kegalauanmu, kau memiliki Allah Yang Maha Besar. Kau akan mengerti, bahwa kewajiban tak akan berubah menjadi beban jika kau ikhlas. Dan kau akan paham bahwa kau tak perlu takut akan masa depan, karena Tuhan adalah Sumber Inspirasimu untuk menggapai impian.

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا O  إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا O
Fainna ma’a al’usri yusran. Inna ma’a al’usri yusran
Artinya:
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Q.S. Al-Insyirah ayat 5-6)

Karena itu.. bertahanlah bersama Tuhan. Bersama Allah.. maka kau akan sadar, betapa nikmatnya hidup dengan nama Allah dihatimu.

Gambar terkait

Mar 03

RENUNGAN MALAM

Gambar terkait

Suasana hening di langit kelam. Bertabur bintang diiringi senyum cerah sang rembulan. Seperti kelamnya hatiku dengan setumpuk dosa, berharap masih ada senyum mereka yang disuguhkan untukku. Semilir angin menerpa dedaunan. Menggesek rumput-rumput bergoyang tenang menemani para jangkrik bercengkrama. Seolah mereka sedang membentuk majelis dan saling bertasbih pada Sang Pencipta.

Berbeda dengan manusia yang bekerja pada siang hari dalam penatnya terik mentari yang membakar diri, para kelelawar dan bangsanya mulai mencari nafkah pada saat gelap gulita sembari menjilati buah-buahan seperti buah cherry yang ada di sudut rumahku. Bermodalkan tubuhnya yang hitam, agar dapat menyelinap dalam gelap.

Kehidupan kelelawar sudahlah diatur oleh Tuhan. Namun, begitukah para penjilat harta beraksi? Bagi kita, malam adalah saat-saat ketenangan tetapi bagi mereka, malam adalah saatnya pertunjukkan.

Para nyamuk pun ikut beraksi. Bangsa Anopeles mencari mangsa untuk menjilat darah manusia. Seperti drakula saja! Mengganggu ketenangan manusia. Tetapi, tenanglah wahai nyamuk. Aku tak menyalahkanmu. Sebab denga cara itulah rakyatmu bertahan hidup.

Semilir angin tak menerbangkan debu, seperti ia tak mengganggu lelapnya insan yang sedang menikmati bunga tidur. Kayu tua terdengar berderik, apakah ia bertasbih? Atau ia berseteru mencari perhatian alam? Seperti itukah diriku? Melakukan sesuatu bukan karena-Nya? Ku merenung sejenak. Kurasa tidak. Aku menjalani hidupku semata-mata mengharap ridha-Nya. Semoga saja!

Meski gelap, masih tampak bangunan tinggi menjulang nan megah berdiri kokoh. Namun, tak sekokoh hatiku yang mampu menghadapi badai kehidupan. Tak sekokoh jiwaku yang sanggup menghadapi berbagai hal yang rumit.

Lihatlah!! Seorang insan yang hanya ingin mencari kebenaran dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya. Berharap masih ada kata maaf dan rasa iba dari insan lainnya di sudut dunia. Manusia yang hanya bisa mengharap ridha dan rahmat dari-Nya, tiada hal lain lagi yang mendorongnya untuk berbuat kebajikan di muka bumi selain memburu pahala dari Sang Aziz. Salah satu dari sekian banyak nyawa yang menunggu saat ruhiyah tak lagi menyatu dengan jasad.

Inilah aku! Aku! Yang hanya bisa merenung, merenung dan merenung. Aku sadar. Namun, kapankah aku berubah? Tekadku sudah bulat, namun mengapa masih ada suara-suara negatif menghampiriku? Haruskah aku mendengarnya?

Oh… Dzat Yang Maha Agung. Berikanlah aku kekuatan dan ketabahan dalam mengarungi dunia-Mu, tunjukkanlah jalan lurus-Mu untukku agar aku mampu bertahan hidup, curahkan kasih sayang-Mu agar aku bisa mencurahkannya pada hamba-Mu yang lain. Berkahilah setiap langkahku Ya Allah Yang Maha Pemberi Berkah… Hanya pada-Mu aku bersimpuh dan berserah diri…

Ya Allah… Yang Maha Mengabulkan Doa… kabulkanlah doaku… Amin..

 

 

Feb 27

TIRAI SEPI

(google image)

 

Lembayung senja menyilaukan mata

Sekawanan burung nuri mengepakkan sayap

Di langit biru kemerahan

Angin berhembus mengiringi sang udara bersahaja

 

Kutatap sudut dengan bingung

Tanda tanya besar di benakku

Tiada hal lain di sudut sana

Selain desiran debu yang mulai menumpuk

Dan dinding-dinding lapuk yang mulai bosan

 

Adakah orang di sudut itu?

Tiada tujuan dalam pikiranku

Benak dalam kalbu merintih asa

Putus harapan di tiap detik

Sepanjang jalan hembusan nafasku

 

Suara tetap kuusahakan meski parau

Dalam sayunya indra penglihatan

Pipi hangatku

Dilewati beberapa tetes butiran bening

 

 

Dimanakah aku?

Akan kemanakah aku? Bersama siapa?

Sepi… sendiri… sunyi…

Dada bergetar…

Nadi tak berharap tuk bekerja

Sayup-sayup kudengar rintihan jiwa

Tuk dapat menutup tirai sepi ini

 

Ingin kuhancurkan segera tirai itu

Asaku besar tuk jalani sebuah kehidupan

Tiada kata terlambat

Ujung dunia pun masih ingin menampung

Bunga semerbak kuyakin masih mekar untukku

Masih ada asa…

Masih ada harapan…

Tuk kututup tirai sepi ini…